Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PERTANIAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE AGRICULTURE)

Defenisi Pertanian Berkelanjutan 
Pertanian berkelanjutan adalah suatu cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian. Dalam SPI dikemukakan bahwa pertanian berkelanjutan bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap input eksternal dan penguasa pasar yang mendominasi sumber daya agraria. Sehingga para petani dapat menata ulang struktur agraria dan membangun sistem ekonomi pertanian yang sinergis antara produksi dan distribusi dalam kerangka pembaruan agraria. 

Kriteria Pertanian Berkelanjutan
a.    Tingkat lokal (petani)
1)        Dapat mempertahankan sumber alam sebagai penunjang produksi tanaman untuk jangka panjang, dengan cara:
·      Mengontrol erosi dan memperbaiki struktur tanah
·      Mempertahankan kesuburan tanah dengan cara menjaga keseimbangan hara
·      Mengusahakan diversifikasi tanaman di lahannya
2)        Dapat mempertahankan produktivitas lahan dengan tenaga kerja yang cukup:
·      Swa-sembada penyediaan pangan, kayu bakar dan hasil sampingan lainnya
3)        Dapat mengatasi risiko gagal panen akibat musim yang kurang cocok, hama, penyakit, gulma dan turunnya harga pasaran, melalui:
·      Mempertahankan diversifikasi (setiap komponen dengan kelebihannya masing- masing)
·      Mampu bertahan bila mengalami kegagalan dalam produksi
4)        Dapat menyediakan dan memberikan peluang untuk perbaikan dan pengembangan:
·      Penelitian pada tingkat petani untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan
·      Paket teknologi yang cocok untuk berbagai kondisi

b.    Tingkat Regional (desa)
1)        Tidak ada efek negatif terhadap lingkungan, misalnya:
·      Tidak ada erosi atau pengendapan dan pendangkalan pada sungai dan danau
·      Tidak ada pencemaran air tanah maupun air permukaan
·      Tidak terjadi pencemaran yang berkaitan dengan agroindustri
2)        Tidak terdapat 'kelaparan' tanah (yang berkaitan dengan A dan B):
·      Tidak ada perambahan terhadap sumber daya hutan dan suaka alam

c.    Tingkat Nasional/Global
1)   Tidak ada ketergantungan terhadap sarana produksi yang berasal dari industri ataupun bahan import
2)   Tidak menimbulkan masalah emisi gas yang dapat merubah komponen iklim.

Penerapan Pertanian Berkelanjutan
Pelaksanaan pertanian berkelanjutan bersumber dari tradisi pertanian keluarga yang menghargai, menjamin dan melindungi keberlanjutan alam untuk mewujudkan kembali budaya pertanian sebagai kehidupan. Dalam pelaksanaannya pertanian berkelanjutan identik dengan pertanian organik (http://www.spi.or.id). Salah satu daerah yang menerapkan sistem pertanian organik adalah Dusun Pomahan, Paingan, Yogyakarta.
Sawah warga Dusun Pomahan, Paingan adalah sawah yang menggunakan sistem pengairan irigasi, meskipun tetap menggunakan air hujan sebagai sumber air pada musim hujan. Sistem pengairan di sawah-sawah tersebut disiasati dengan membuat parit kecil di sepanjang sawah, air parit tersebut berasal dari embung Tambak Boyo. Pengairan ini dilakukan secara bergilir pada setiap petak sawah warga. Warga menggunakan sistem rotasi dalam pembudidayaan tanaman, dimana dalam setiap musimnya warga menanami tanaman yang berbeda. Karena sistem tanam yang yang bergilir maka sistem irigasi untuk setiap tanamanpun berbeda. Untuk sawah yang ditanami padi sistem pengairannya dengan menggenangi sawah, sedangkan sawah yang ditanami cabe, jagung, kacang tanah, dan sebagainya diairi dengan membuat parit kecil yang juga berfungsi sebagai batas bedeng untuk sistem pengairan dan daerah serapan air bagi tanaman tersebut.
Sistem perawatan sawah warga Dusun Pomahan adalah dengan menyiangi tanaman pokok dari gulma atau tumbuhan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Penyiangan ini dilakukan secara terus menerus (continue), sehingga tanaman pokok selalu terbebas dari gulma atau tanaman lain yang dapat menggangu pertumbuhannya. Selain itu untuk menghidarkan tanaman pokok dari serangan hama berupa insekta, petani Dusun Pomahan membuat pulutan yang dapat menarik serangga sehingga hama serangga tersebut menempel pada botol yang telah diolesi dengan pulutan. Kemudian sistem perawatan lainnya adalah dengan membuat bedeng yang dibungkus dengan mulsa agar tanah terhindar dari gulma dan untuk pengamanan pupuk organik maupun kimia yang telah dicampurkan dengan tanah bedeng. Bedengan ini bertahan sekitar 6 bulan, dan tanaman yang ditanam dibedengan tersebut dapat dipanen 2 kali dalam setiap periode tanam (± 3 bulan). Untuk perawatan tanaman cabe warga menghilangkan tunas agar tanaman dapat tumbuh subur dan tinggi.
Sistem peremajaan lahan untuk tanaman padi berbeda dengan sistem peremajaan lahan untuk tanaman cabe, tomat, kacang tanah, dan lain-lain. Untuk penanaman padi, setelah masa panen berakhir, sisa-sisa tanaman yang tidak digunakan akan dibiarkan membusuk di lahan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Selain itu sebelum menanami lahan tersebut dengan tanaman padi, terlebih dahulu tanah di lahan tersebut di bajak untuk memperbaiki struktur tanah. Sedangkan untuk tanaman lain seperti palawija, peremajaan lahan dilakukan dengan cara dicangkul kemudian dibuat bedengan sebagai tempat penanaman. Bedengan ini diberi pupuk organik maupun anorganik, kemudian bedengan tersebut ditutupi dengan mulsa.
Untuk tanaman padi pola lajur teratur seperti tampak pada gambar di bawah, jarak tiap tanaman ± 5 cm. Sedangkan untuk tanaman palawija (cabe) pola penanaman juga teratur, namun jarak tiap tanaman lebih renggang dibandingkan jarak tanaman padi, yaitu ± 10 cm.


DAFTAR PUSTAKA
Pemecahan Masalah. Diunduh diwww.worldagroforestry.org/sea/Publications/.../BK0028-04-3.pdf  pada 23 November 2012
Konsepsi SPI tentang Pertanian Berkelanjutan berbasis keluarga petanidiunduh di http://www.spi.or.id/?page_id=549pada 23 November 2012
Sudirja,Rija. PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS SISTEM PERTANIAN ORGANIKI . Diunduh di www.pustaka.unpad.ac.idpada 23 November 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konservasi Tanah & Air


Konservasi Tanah & Air
A.  Konservasi Tanah
Konservasi tanah adalah suatu upaya untuk mencegah degradasi lahan akibat erosi oleh aliran air, perubahan unsur kimia sebagai akibat dari penggunaan zat kimia pada lahan pertanian dan limbah rumah tangga, serta pencemaran tanah akibat salinasi. Konservasi tanah bertujuan untuk merehabilitas lahan kritis, mempertahankan kesuburan tanah, dan meningkatkan fungsi hidrologis tanah. Ada tiga macam metode yang digunakan dalam konservasi tanah, yaitu:
1.    Metode vegetatif
Metode ini digunakan untuk mengelola lahan miring, dimana lahan tersebut ditanami dengan suatu tanaman tertentu sebagai sarana untuk mengkonservasi lahan. Tanaman yang digunakan tersebut disebut tanaman penutup tanah, tanaman penutup tanah ini selain berfungsi untuk mencegah erosi juga dapat berperan untuk memperbaiki struktur tanah, menambah bahan organik tanah, mencegah proses pencucian unsur hara, serta mengurangi fluktuasi temperatur tanah.
Tanaman yang digunakan dalam metode vegetatif harus mampu berkembang dengan baik, memiliki banyak daun, mudah dikembangbiakkan, memiliki akar yang mengikat ke dalam tanah tetapi tidak mengganggu jalur nutrisi tanaman pokok, tahan penyakit dan kondisi kering, tidak berduri atau bersulur, dan tahan pangkasan. Beberapa contoh penerapan metode vegetatif adalah cover crop, countur planting, menanam tanaman dengan lajur berselang-seling di lereng dengan kemiringan 6% - 10%, crop rotation, reboisasi, dan penanaman rumput di saluran pembuangan.

2.    Metode mekanik
Metode mekanik digunakan untuk mengelola tanah darat (lahan tegalan) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu. Tujuan pemberian sarana fisik ini adalah untuk memperlambat aliran air permukaan, mengurangi erosi, serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan. Beberapa contoh pengaplikasian metode ini adalah pengolahan tanah berkontur, pengolahan secara minimum, mengatur alur angin, dan adanya rotasi tanaman. 

3.    Metode kimia
Metode konservasi secara kimia merupakan suatu cara konservasi tanah dengan memanfaatkan soil conditioner atau bahan-bahan yang dapat meningkatkan permeabilitas tanah. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten terhadap erosi. Metode konservasi  jenis ini biasanya dilakukan pada lahan pertanian dan perkebunan yang baru dibuka.

B.  Konservasi Air
Konservasi air merupakan upaya untuk mengatur penyediaan air khususnya pada saat musim kemarau dengan meningkatkan volume air tanah untuk  memperbesar daya simpan air. Contoh konservasi air adalah embung dan dam parit.
1.    Embung merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian yang dibangun untuk menampung kelebihan air di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi pertanian di musim kemarau atau di saat curah hujan makin jarang.
2.    Dam parit merupakan suatu bangunan konservasi air berupa bendungan kecil pada parit-parit alamiah atau sungai-sungai kecil yang dapat menahan air dan meningkatkan tinggi muka air untuk disalurkan sebagai air irigasi.


Konservasi air dan tanah sudah banyak diterapkan di berbagai daerah, salah satu daerah yang melakukan konservasi tanah dan air adalah Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Beberapa masyarakat di Kabupaten Kutai Barat, khususnya warga Tanjung Isuy menerapkan metode konservasi air berupa pembuatan embung yang kemudian digunakan untuk irigasi lahan pertanian. Warga membuat kolam yang besar untuk menampung air hujan agar pada musim kemarau lahan tetap mendapatkan asupan air yang cukup. Sedangkan untuk konservasi lahan yang diterapkan masyarakat di Kabupaten Kutai Barat adalah penanaman tanaman  tumpang (selingan) yang dapat mencegah erosi, namun tanaman ini tidak mengganggu penyerapan air tanaman pokok. Contohnya adalah penanaman singkong yang berdampingan dengan penanaman cabe. Tanaman singkong digunakan untuk membantu menyuburkan tanah dan mencegah erosi pada lahan pertanian cabe.
Gb. 1 Embung 
Tumpang Sari
Daftar Pustaka
Admin. 2011. Konservasi Air Dalam Menanggulangi Kelangkaan Air. Diunduh di http://grobogan.go.id/info-daerah/artikel/332-konservasi-air-dalam-menanggulangi-kelangkaan-air.html pada 9 November 2012
Anonim 1 .2011. Konservasi Air. Diunduh di http://cybex.deptan.go.id/konservasi-air pada 9 November 2012
Anonim 2. Pedoman Teknis Konservasi Air Melalui Pembangunan Embung.  Diunduh di http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/embung/  pada 9 November 2012
Aidiya MJ. 2011. Metode Konservasi Tanah dan Air. Diunduh di http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/03/metode-konservasi-tanah-dan-air.html pada 9 November 2012
Fianti, Chandra Retno. 2011. Metode Konservasi Air. Diunduh di http://ari-panggih.blogspot.com/2011/12/metode-konservasi-air.html pada 9 November 2012 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ruang Lingkup Biologi

Pengen Belajar Tentang Ruang Lingkup Biologi download here

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PROSES PERBAIKAN EKOSISTEM MERAPI

Mulanya pohon-pohon dan tumbuhan lain yang sudah mati akan diurai/mengalami pelapukan. Proses penguraian atau pelapukan ini dibantu oleh komponen heterotrof, seperti jamur dan bakteri. Selain tumbuhan, batuan padat yang berasal dari kawah merapi juga akan diurai oleh jamur dan arthropoda tanah menjadi butiran-butiran kecil. Dalam proses penguraian ini lumut kerak juga berperan dengan menghasilkan asam yang membantu dalam proses pelapukan. Proses penguraian dan pelapukan ini akan menambah kandungan mineral dalam tanah. Selain berasal dari pelapukan dan penguraian, kandungan mineral di dalam tanah juga berasal dari guguran mineral yang berasal dari letusan merapi. Hal ini menyebabkan tanah di daerah tersebut menjadi sangat subur.

Dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, tanaman lantai hutan (rumput-rumputan) mulai tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Biji tumbuhan yang tidak ikut terbakar saat terjadinya suksesi yang diakibatkan oleh meletusnya Gunung Merapi juga mulai tumbuh dan berkembangbiak menjadi semak-semak perdu (tajuk bawah) yang merupakan cikal bakal terbentunya tajuk atas dan tajuk tengah. Siklus Nitrogen, Posfor, Sulfur, Oksigen dan Karbon juga berperan dalam pertumbuhan tanaman-tanaman tersebut.

Karena tumbuhan mulai tumbuh subur, maka ini dapat menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan. Maka hewan-hewan pun mulai berdatangan dan berkembangbiak di wilayah tersebut, seperti ular, kancil, semut, ulat, lalat, burung, dll. Dengan demikian proses interaksi antara komponen biotik dan abiotik secara perlahan-lahan akan terbentuk kembali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KELAINAN-KELAINAN KROMOSOM

Kelainan kromosom dapat dibedakan menjadi 2, yaitu perubahan struktur kromosom dan perubahan jumlah kromosom.

  1. Perubahan struktur kromosom

    Perubahan struktur kromosom secara umum dapat disebabkan oleh 4 hal, yaitu delesi, duplikasi, inversi, dan translokasi.

  • Delesi

    Delesi atau defisiensi merupakan peristiwa hilangnya sebagian kromosom karena kromosom tersebut patah. Potongan kromosom yang tidak memiliki sentromer akan tertinggal dalam anafase dan hancur dalam plasma. Kromosom dapat patah di satu tempat dekat ujung kromosom sehingga bagian ujung kromosom terbuang (delesi terminal) atau dapat terjadi kepatahan di dua tempat , dan mengakibatkan hilangnya suatu segmen di bagian tengah kromosom (delesi interkalar). Jika delesi terjadi terlalu banyak, kehilangan gen biasanya mengakibatkan kematian dalam kandungan (maupun segera, setelah lahir), namun dalam beberapa kasus, bayi masih dapat hidup cukup lama, tetapi dengan kelainan-kelainan fenotip. Delesi kromosom dapat disebabkan oleh pemanasan, radiasi, virus atau bahan kimia. Kelainan-kelainan yang disebabkan oleh delesi pada kromosom adalah:

    a) cry du chat

    "Cri du chat" dalam bahasa Prancis berarti "teriakan kucing", dan kondisi itu dinamakan demikian karena membuat bayi yang terkena menangis bernada tinggi yang terdengar seperti suara seekor kucing. Tangisan ini terdengar segera setelah bayi lahir dan berlangsung selama beberapa minggu, kemudian menghilang. Sindroma ini ditemukan pada 1 diantara 20.000 dan 1 diantara 50.000 bayi. Sindroma Cri Du Chat (Sindroma Tangisan Kucing, Sindroma 5p) disebabkan oleh penghapusan bagian dari lengan pendek kromosom 5. Penyebab terjadinya penghapusan ini tidak diketahui, tetapi pada sebagian besar kasus, diperkirakan penyebabnya adalah hilangnya 1 keping kromosom 5 pada saat pembentukan sel telur atau sperma. Kasus lainnya terjadi karena salah satu orang tua membawa kromosom 5 yang telah mengalami translokasi (penyusunan ulang Individu).

Ciri-ciri:

  • Tangisan bernada tinggi seperti suara kucing
  • Berat badan lahir yang rendah dan pertumbuhan yang lambat
  • Kepalanya kecil (mikrosefalus)
  • Wajah asimetris dan mulutnya tidak dapat menutup rapat
  • Hidungnya lebar
  • Lehernya pendek
  • Hipertelorisme (kedua mata terpisah jauh)
  • Fissura palpebra (mata sipit ke bawah)
  • Mikrognatia (rahang kecil)
  • Letak telinga lebih rendah (mungkin bentuknya juga abnormal)
  • Skin tag di depan telinga
  • Di sela jari kaki maupun tangan terdapat kulit tambahan (seperti selaput) atau jari-jarinya menyatu - Simian crease (garis tangan pada telapak tangan hanya satu)
  • Keterbelakangan mental
  • Perkembangan kemampuan motoriknya lambat atau tidak lengkap
  • Sering disertai kelainan jantung.


 

b) Wolf-Hirschhorn syndrome

Kelainan ini disebabkan oleh penghapusan parsial dari lengan pendek kromosom 4. Individu yang mengalami kelainan Wolf-Hirschhorn syndrome memiliki ciri-ciri terhambatnya pertumbuhan, keterbelakangan mental yang mendalam, dan fitur wajah yang khas dengan luas hidung datar dan dahi yang tinggi.

c) Jacobsen syndrome

Sindrom Jacobsen, juga dikenal sebagai gangguan penghapusan terminal kromosom 11q. Hal ini dapat menyebabkan cacat intelektual, penampilan wajah yang khas, dan berbagai masalah fisik termasuk cacat jantung. Sindrom ini pertama kali diidentifikasi oleh dokter Denmark Petra Jacobsen, dan diyakini terjadi pada sekitar 1 dari setiap 100.000 kelahiran. Sindrom ini merupakan gangguan yang sangat langka.


 

  • Duplikasi

    Duplikasi ialah peristiwa bahwa suatu bagian kromosom mempunyai gen berulang, akibat pertambahan panjang suatu lengan kromosom. Adisi ditulis dengan tanda + (18q+). Adisi dapat  terjadi karena pertambahan materi yang sudah ada (berupa pengulangan). Peristiwa duplikasi dapat ditemukan pada lalat buah Drosophila melanogaster . Lalat normal bermata bulat, lalat mutan bermata sempit ('Bar') hasil dari duplikasi pada kromosom-X.


     

  • Inversi

    Kelainan ini jarang ditemukan.. Pada inversi, kromosom mempunyai urutan gen yang terbalik karena terjadinya perputaran kromosom 180 r yang membentuk loop, keludian loop tersebut putus dan bertaut kembali. Biasanya kelainan ini tifak menyebabkan perubahan fenotip. Inversi dapat dikategorikan menjadi Inversi Parasentrik bila sentromer diluar loop ketika inversi terbatas pada satulengan kromosom saja dan Inversi perisentrik bila sentromer di dalam loop. Ada 2 macam, yaitu :

  1. Inversi parasentris: sentromer terletak di samping bidang yang mengalami inversi
  2. Inversi perisentris : sentromer terletak pada bidang yang mengalami inversi


     

  • Translokasi

    Translokasi terjadi ketika sebagian segmen kromosom berpindah ke kromosom lain. Beberapamacam translokasi seperti translokasi G/G yaitu translokasi antara kromosom 22/21, atau translokasi D/G yaitu translokasi antara kromosom 14 atau 15 dengan kromosom 21. Dua per tigakasus translokasi diakibatkan fusi sentrik kromosom akrosentrik. Kariotipe kedua orangtua normal.Translokasi ini disebut translokasi Robertsonian. Bisa pula terjadi translokasi yang menimbulkanpertukatan 2 segmen kromosom timbal balik yang disebut translokasi resiprok.


     


 

  1. Perubahan jumlah kromosom.

    Secara umum perubahan jumlah kromosom ada 2, yaitu euploid dan aneuploid.

  • Euploidi

    Euploidi ialah suatu keadaan dimana jumlah kromosom yang dimiliki oleh sesuatu makhluk merupakan kelipatan dari kromosom dasarnya (kromosom haploidnya). Individunya disebut bersifat euploid. Banyak dijumpai pada tumbuhan, pada hewan dan manusia jarang karena menyebabkan kematian. Salah satu contoh: semangka tanpa biji.

    

Tipe Euploid

Jumlah Genom (n)

Komplemen Kromosom (ABC merupakan 1 genom)

Monoploid

Satu (n)

A B C

Diploid

Dua (2n)

AA BB CC

Triploid

Tiga (3n)

AAA BBB CCC

Tetraploid

Empat (4n)

AAAA BBBB CCCC

Pentaploid

Lima (5n)

AAAAA BBBBB CCCCC

Heksaploid

Enam (6n)

AAAAAA BBBBBB CCCCCC

Septaploid

Tujuh (7n)

AAAAAAA BBBBBBB CCCCCCC

dll

  


 

  • Aneuploidi

    Ialah suatu keadaan dimana suatu organisme kekurangan atau kelebihan kromosom tertentu. Individu disebut bersifat aneuploid. Biasanya disebabkan karena nondisjunction


 

Tipe

Formula

Komplemen Kromosom Dengan (ABC) Sebagai Set Haploid Kromosom

Disomi (normal)

2n

(ABC) (ABC)

Aneuploid:


 

2n-1


 

(ABC) (AB)

Monosomi

Nullisomi

2n-2

(AB) (AB)

Polisomi (ada tambahan kromosom)


 


 

2n+1


 


 

(ABC) (ABC) (C)

Trisomi

Dobel Trisomi

2n+1+1

(ABC) (ABC) (B)(C)

Tetrasomi

2n+2

(ABC) (ABC) (C) (C)

Pentasomi

2n+3

(ABC) (ABC) (C) (C) (C)


 

    

a) Sindroma Down (trisomi-21)

Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, berat badan bayi yang kurang normal, pendengaran dan penglihatan berkurang, otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia).

Ciri-ciri:

  • IQ rendah
  • tubuh pendek
  • kepala lebar
  • wajah membulat
  • kelopak mata memiliki lipatan epikantus mirip orang 'oriental'
  • mulut selalu terbuka

    Formula kromosom :

    • Perempuan = 47,XX, +21
    • Laki-laki = 47,XY, +21


       

b) Sindroma Trisomi-18 (Sindroma Edward's)

Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap sel penderita. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul yang kecil, dan kelainan pada tangan dan kaki.

Ciri-ciri :

  • kelainan pada banyak alat tubuh
  • telinga rendah
  • rahang bawah rendah
  • mulut kecil
  • tuna mental
  • ginjal dobel
  • tulang dada pendek

Hanya dijumpai pada anak2, pada dewasa tidak pernah karena mengakibatkan kematian


 

c) Sindroma Turner

Sindrom Turner (disebut juga sindrom Ullrich-Turner, sindrom Bonnevie-Ullrich, sindrom XO, atau monosomi X) adalah suatu kelainan genetik pada wanita karena kehilangan satu kromosom X.
Wanita normal memiliki kromosom seks XX dengan jumlah total kromosom sebanyak 46, namun pada penderita sindrom Turner hanya memiliki kromosom seks XO dan total kromosom 45. Hal ini terjadi karena satu
] kromosom hilang saat nondisjungsi atau selama gametogenesis (pembentukan gamet) atau pun pada tahap awal pembelahan zigot.

Ciri-ciri:

Wanita dengan sindrom Turner akan memiliki kelenjar kelamin (gonad) yang tidak berfungsi dengan baik dan dilahirkan tanpa ovari atau uterus. Apabila seorang wanita tidak memiliki ovari maka hormon estrogen tidak diproduksi dan wanita tersebut menjadi infertil. Namun, apabila seorang penderita sindrom Turner memiliki sel normal (XX) dan sel cacat (sindrom Turner/XO) di dalam tubuhnya, maka ada kemungkinan wanita tersebut fertil. Wanita dengan keadaan demikian disebutmosaikisme (mosaicism). Penderita sindrom Turner memiliki beberapa cenderung ciri fisik tertentu seperti bertubuh pendek, kehilangan lipatan kulit di sekitar leher, pembengkakan pada tangan dan kaki, wajah menyerupai anak kecil, dan dada berukuran kecil. Beberapa penyakit cenderung menyerang penderita sindrom ini, di antaranya adalah penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal dan tiroid, kelainan rangka tulang seperti skoliosis dan osteoporosis, obesitas, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.
Sebagian besar penderita sindrom ini tidak memiliki keterbelakangan intelektual, namun dibandingkan wanita normal, penderita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita keterbelakangan intelektual Sebagian penderita sindrom Turner memiliki kesulitan dalam menghafal, mempelajari matematika, serta kemampuan visual pemahaman ruangnya rendah. Perbedaan fisik dengan wanita normal juga membuat penderita sindrom Turner cenderung sulit untuk bersosialisasi.

Pada bayi tampak kecil, kaki dan tangan bengkak karena edema limfe, pterygium colli (kelebihan kulit leher), batas rambut belakang rendah, pada dewasa bentuk badan pendek, dan amenorrhea karena ovarium yang sangat kecil. Formula kromosom 45,XO


 

d) Sindroma Klinefelter

Penderita pria dengan ciri seperti wanita :

  • tumbuhnya payudara
  • pertumbuhan rambut kurang
  • lengan dan kaki ekstrim panjang sehingga seluruh tubuh nampak tinggi
  • suara tinggi seperti wanita
  • testis kecil
  • Genitalia eksterna tampak normal tetapi spermatozoa biasanya tidak dibentuk sehingga individu bersifat steril

    Formula kromosom : 47,XXY


 

e) Pria XYY

Ciri karakteristik :

  • Agresif
  • Suka berbuat jahat serta melanggar hukum
  • Abnormalitas pada alat genitalia luar dan dalam, namun tidak menimbulkan anomali pada tubuh


     

Daftar Pustaka

http://medicastore.com/penyakit/921/Sindroma_Cri_Du_Chat.html

http://ghr.nlm.nih.gov/condition/wolf-hirschhorn-syndrome

http://en.wikipedia.org/wiki/Jacobsen_syndrome

http://en.wikipedia.org/wiki/Edwards_syndrome

http://en.wikipedia.org/wiki/Klinefelter%27s_syndrome

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Reproduksi

Belajar Tentang Reproduksi Manusia PPT download here

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jaringan

Jaringan Apa Saja sich Yg Menyusun Tubuh Manusia download here

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ost.Dream High