Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PROSES PERBAIKAN EKOSISTEM MERAPI

Mulanya pohon-pohon dan tumbuhan lain yang sudah mati akan diurai/mengalami pelapukan. Proses penguraian atau pelapukan ini dibantu oleh komponen heterotrof, seperti jamur dan bakteri. Selain tumbuhan, batuan padat yang berasal dari kawah merapi juga akan diurai oleh jamur dan arthropoda tanah menjadi butiran-butiran kecil. Dalam proses penguraian ini lumut kerak juga berperan dengan menghasilkan asam yang membantu dalam proses pelapukan. Proses penguraian dan pelapukan ini akan menambah kandungan mineral dalam tanah. Selain berasal dari pelapukan dan penguraian, kandungan mineral di dalam tanah juga berasal dari guguran mineral yang berasal dari letusan merapi. Hal ini menyebabkan tanah di daerah tersebut menjadi sangat subur.

Dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, tanaman lantai hutan (rumput-rumputan) mulai tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Biji tumbuhan yang tidak ikut terbakar saat terjadinya suksesi yang diakibatkan oleh meletusnya Gunung Merapi juga mulai tumbuh dan berkembangbiak menjadi semak-semak perdu (tajuk bawah) yang merupakan cikal bakal terbentunya tajuk atas dan tajuk tengah. Siklus Nitrogen, Posfor, Sulfur, Oksigen dan Karbon juga berperan dalam pertumbuhan tanaman-tanaman tersebut.

Karena tumbuhan mulai tumbuh subur, maka ini dapat menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan. Maka hewan-hewan pun mulai berdatangan dan berkembangbiak di wilayah tersebut, seperti ular, kancil, semut, ulat, lalat, burung, dll. Dengan demikian proses interaksi antara komponen biotik dan abiotik secara perlahan-lahan akan terbentuk kembali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Ost.Dream High